Kerentanan Kernel Linux Memungkinkan Akses Root Melalui DRM Render Nodes (CVE-2026-46215) [CVE-2026-46215]
July 10, 2026
Deskripsi
1
| |
|
|
| |
Sebuah kerentanan pada kernel Linux yang baru saja diperbaiki, dengan kode CVE-2026-46215, telah dilaporkan pada tanggal 9 Juli 2026. Celah keamanan kritis ini memungkinkan setiap user lokal yang memiliki akses ke render node GPU untuk mengambil alih kendali sistem sebagai root tanpa memerlukan password atau izin khusus. Kerentanan ini memengaruhi kernel utama (mainline kernel) mulai dari versi v6.18-rc1 hingga patch dirilis.
|
|
| |
|
|
Metode Serangan
2
| |
|
|
| |
Adanya celah kesalahan pengelolaan memori (use-after-free) pada sistem. Celah ini muncul ketika sistem secara keliru memberikan dua identitas untuk satu data memori yang sama. Saat identitas pertama dihapus, sistem langsung mengosongkan memori tersebut meskipun identitas kedua masih aktif merujuk ke lokasi yang sama. Memori yang telah kosong namun masih dapat diakses inilah yang kemudian dieksploitasi oleh attacker melalui program apa pun yang memiliki akses ke /dev/dri/renderD* untuk mengambil alih hak akses tertinggi atau root pada sistem.
|
|
| |
|
|
Sistem Terdampak
3
| |
|
|
| |
Kernel utama (mainline kernel) Linux mulai dari versi v6.18-rc1 hingga patch terbaru resmi dirilis.
|
|
| |
|
|
Mitigasi
4
| |
|
|
| |
- Segera perbarui sistem operasi Linux ke versi yang telah aman dari kerentanan ini, yaitu versi 6.18.32, 7.0.9, atau 7.1-rc3 ke atas.
- Apabila akan menggunakan rilis versi 7.1 yang akan datang, pastikan untuk menonaktifkan pengaturan GEM_CHANGE_HANDLE agar celah keamanan ini tidak dapat dieksploitasi.
|
|
| |
|
|
Referensi: ?
1. https://cybersecuritynews.com/linux-kernel-bug-passwordless-root/