Waspada "Brutus" (Tool Brute Force) Mulai Menyerang infrastruktur Berbasis Fortinet
January 8, 2026
Deskripsi
1
| |
|
|
| |
Threat actor "RedTeam" mengkampanyekan tool untuk melakukan brute-force bernama "Brutus," yang dirancang untuk menyerang Fortinet. Dengan kegiatan tersebut terindikasi adanya peningkatan minat pada serangan credential-stuffing otomatis terhadap infrastruktur perusahaan. Advisory ini diterbitkan pada 6 Januari 2026. Tingkat severity ancaman ini tinggi.
|
|
| |
|
|
Metode Serangan
2
| |
|
|
| |
Brutus dapat menyerang menggunakan berbagai macam protokol remote access: SSH, RDP, VNC, dan koneksi berbasis shell. Alat ini memiliki scanner yang bisa mengidentifikasi layanan yang vulnerable atau terbuka, serta mendukung SOCKS dan HTTP proxying dengan rotating proxies, sehingga attacker bisa menyembunyikan asal mereka dan menghindari sistem deteksi jaringan.
|
|
| |
|
|
Sistem Terdampak
3
| |
|
|
| |
Tool ini dapat digunakan lintas platform, sehingga bisa dijalankan di Windows, Linux, dan macOS. Brutus secara spesifik menargetkan perangkat Fortinet yang digunakan untuk network security.
|
|
| |
|
|
Mitigasi
4
| |
|
|
| |
- Perioritaskan penerapan mekanisme autentikasi yang kuat, termasuk multi-factor authentication jika memungkinkan.
- Scanning security secara rutin untuk mengidentifikasi layanan yang terbuka.
- Menerapkan kontrol akses yang ketat.
- Memantau percobaan login yang tidak biasa dan menerapkan rate limiting pada endpoint autentikasi adalah langkah defensif penting terhadap serangan brute-force.
|
|
| |
|
|
Referensi: