Waspada Microsoft Edge Menyimpan Semua Password dalam format Cleartext di Memori
May 14, 2026
Deskripsi
1
| |
|
|
| |
Microsoft Edge mendekripsi dan menyimpan semua password yang disimpan dalam format cleartext di memori proses saat aplikasi diluncurkan. Perilaku ini berlangsung selama sesi berjalan, sehingga menciptakan target ekstraksi yang luas bagi attacker yang bisa membaca memori proses tersebut. Severity dari vulnerability ini tinggi, karena bisa menyebabkan pencurian kredensial secara penuh di lingkungan multi-user.
|
|
| |
|
|
Metode Serangan
2
| |
|
|
| |
Attack ini memanfaatkan fakta bahwa Microsoft Edge memuat semua password yang disimpan ke dalam plaintext process memory saat startup dan mempertahankannya selama sesi berlangsung. Ini menciptakan target ekstraksi yang persisten dan luas bagi attacker yang bisa membaca memori proses tersebut. Di lingkungan multi-user, attacker dengan hak administratif bisa membaca memori dari setiap proses user yang sedang login secara bersamaan.
|
|
| |
|
|
Sistem Terdampak
3
Mitigasi
4
| |
|
|
| |
- Pertimbangkan untuk migrasi ke browser dengan on-demand decryption dan App-Bound Encryption sampai Microsoft memperbaiki keputusan desain ini.
-
Hindari menyimpan password di browser.
- Secara rutin hapus data browser, termasuk password yang disimpan.
- Monitor setiap event yang terjadi pada account root/admin (OS Linux, Mac atau Windows) dan terapkan MFA.
|
|
| |
|
|
Referensi: ?
1. https://cybersecuritynews.com/microsoft-edge-passwords-cleartext/