Exploit RCE Node.js Baru "Node2Shell" Memungkinkan Attacker Menjalankan Kode Berbahaya Melalui Data Terkompresi Brotli (CVE-2026-111497)
October 25, 2026
Deskripsi
1
| |
|
|
| |
Dipublikasikan pada 23 Oktober 2026, artikel ini membahas Node2Shell, exploit untuk CVE-2026-111497 dengan severity Tinggi. Vulnerability memori pada decoder Brotli bawaan Node.js dapat memungkinkan eksekusi kode jarak jauh (RCE) melalui data terkompresi yang dibuat khusus.
|
|
| |
|
|
Metode Serangan
2
| |
|
|
| |
- Attacker mengirimkan stream data Brotli yang strukturnya sengaja dibuat tidak valid pada bagian transisi tipe bloknya.
- Decoder bawaan Node.js gagal menangani anomali ini dengan benar. Alih-alih menghentikan proses, sistem justru terus memproses data dengan status internal invalid state.
- Akibat pemrosesan yang error tersebut, sistem dipaksa menulis data hingga melewati batas alokasi memori (buffer) yang seharusnya.
- Hacker kemudian memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan injeksi dan mengeksekusi kode berbahaya pada server.
|
|
| |
|
|
Sistem Terdampak
3
| |
|
|
| |
Node.js cabang 22.x, 24.x, dan 26.x sebelum versi perbaikan masing-masing 22.23.4, 24.22.1, dan 26.12.1.
|
|
| |
|
|
Mitigasi
4
| |
|
|
| |
- Perbarui Node.js ke 22.23.4, 24.22.1, atau 26.12.1.
- Bangun ulang dan deploy ulang image container; verifikasi versi binary Node.js yang benar-benar berjalan pada container dan host.
- Tinjau pemrosesan request dan respons terkompresi dari sumber tidak tepercaya; gunakan aturan WAF yang sesuai sebagai perlindungan sementara, bukan pengganti pembaruan runtime.
- Pantau error decoder dan penghentian proses tidak terduga sebagai indikator investigasi.
|
|
| |
|
|
Referensi: